Hal terpenting bukanlah
untuk menang, tapi untuk
memperdalam
kemampuan dan
berkompetisi dengan diri
sendiri.
Kita tidak perlu peduli para
pesaing mengerjakan hal
yang lebih baik atau lebih
buruk dari kita. Kita hanya
perlu memperhatikan
apakah kita sudah
mencapai target kita
sendiri setiap waktunya.
Kita tidak akan pernah
menjadi yang terbaik di
semua hal, karena di setiap
bidang akan selalu ada
yang lebih baik dari kita,
tapi kita harus SELALU
menjadi yang terbaik
melawan diri kita sendiri.
Kita tidak perlu
memperdebatkan apapun
agama/kepercayaan kita,
karena pada intinya semua
agama/kepercayaan hanya
punya 2 topik utama:
1. Mengasihi Tuhan
dengan segenap akal-budi
(hubungan vertikal)
2. Mengasihi sesama
manusia seperti mengasihi
diri sendiri (hubungan
horizontal) (Nyoto Wibowo
Juga)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Terpopuler
-
Bahan : 500 g talas 250 g gula merah 5 buah nangka 200 g cincau hitam 200 g kolang kaling 2 liter santan (dari 2 1/2 butir kelapa) 200 g nat...
-
Anda bertemu seseorang yang tampaknya menjadi gadis impian Anda, tapi Anda masih tidak yakin apakah dia orang yang akan bersama anda untuk j...
-
Bagi Anda yang pernah berpuasa tentu sudah tahu rasanya lapar. Ketika tiba waktu Maghrib, sungguh indah sekali waktu berbuka itu. Meski lauk...
-
Cara Cepat Menaikkan Pagerank ini sudah banyak dilakukan oleh para Master yang sudah ahli . Gak usah susah komentar sana sini. Cukup iku...
-
annabi sholu 'alaih sholawatullah 'alaih wayana lul barokat kullu mangsholu 'alaih.. reff : annabi ya hadirin.. 'ilamu...
-
sekuntum mawar merah yang kau berikan kepadaku dimalam itu kumengerti apa maksud mu sampai kini kusimpan bunga perberian darimu bila k...
-
Doa berikut ini dibaca pada saat kita selesai makan / sarapan. Bacaan Doa Sesudah Makan “Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqaanaawaja’...
-
Untuk 3 porsi Bahan: 200 gram kangkung, disiangi 100 gram kikil, direbus sampai empuk, dipotong kotak 2 lembar daun salam 1 sendok teh garam...
-
Dunia begitu fana tiada tara tiada rasa, dunia yang resah begitu hampa, hanya jiwa yang tenang membuat hati senang, hidup senang dan jiwa te...
-
Sedih dan marah, itulah sikap mayoritas dari kita ketika tertimpa musibah. Ketika ada harta benda kita yang hilang, kita begitu dongkol dan ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar